Tips Seputar Baterai Laptop

Halo, jumpa lagi dengan ZALPC,

Kali ini saya akan membagikan tips seputar baterai laptop. Banyak orang bertanya kepada saya, bagaimana cara merawat baterai laptop yang benar agar tidak cepat rusak. Juga banyak orang yang bertanya apakah aman jika menggunakan laptop tapi baterainya dicabut.

Laptop keluaran terbaru, baterainya sudah terintegrasi di dalam casing, atau yang biasa kita sebut baterai tanam. Sehingga kebiasaan cabut-colok baterai tidak bisa dilakukan lagi.

Baterai laptop, seperti halnya baterai ponsel, tidak selamanya dapat bekerja maksimal. Baterai tersebut punya umur pakai. Umur pakai bervariasi tergantung kebiasaan kita menggunakan perangkat. Biasanya akan terasa penurunan performa baterai pada penggunaan perangkat diatas 3 tahun.

Siklus Baterai

Setiap baterai mempunyai siklus baterai (battery cycle atau charge cycle), yaitu seberapa banyak proses mengisi dan mengosongkan baterai, sampai akhirnya baterai tersebut tidak bisa lagi menyimpan tenaga (https://en.wikipedia.org/wiki/Charge_cycle). Proses ini biasanya terbatas, dan meliputi siklus mengisi penuh baterai, dan mengosongkan/menggunakan baterai. Satu siklus dihitung ketika baterai terisi penuh, dan dipakai sampai habis. (https://www.quora.com/What-is-a-battery-cycle-count). Jadi, sebaiknya kita mengisi penuh baterai, dan menggunakannya, tapi jangan sampai habis total. Kita harus mengisi baterai jika sudah hampir kosong.. kenapa? ada alasannya, nanti saya jelaskan.

Jangan mengosongkan total baterai

Karena cara kerja baterai modern seperti lithium-ion (li-ion) dan lithium polimer (li-po) tidak disarankan untuk mengosongkan total baterai sampai 0%.  (https://www.wired.co.uk/article/how-to-improve-battery-life-tips-myths-smartphones) Disarankan kita mengisi baterai jika sudah 10% atau 15%. Toh perangkat modern juga mempunyai peringatan low battery pada kisaran 10 atau 15%. TAPI jangan salah, hal ini berbeda dengan Memory Effect.

Memory Effect

Baterai jaman dulu seperti Nickel Metal Cadmium (Ni-Cad) atau Nickel Metal Hydride (Ni-Mh) mempunyai satu kekurangan, yaitu Memory Effect, dimana baterai akan cepat rusak dan berkurang kapasitasnya bila diisi saat masih penuh (https://en.wikipedia.org/wiki/Memory_effect). Tapi baterai modern seperti Li-Po dan Li-ion TIDAK mempunyai kekurangan ini. Baterai moderin dapat diisi pada level berapa saja seperti 30%, 50% atau 75% tanpa merusak dan mengurangi kapasitas baterai.

Kesimpulan

Jadi, berdasarkan informasi diatas, bagaimana cara merawat baterai yang baik?

  1. Selalu isi penuh baterai, dan gunakan seperti biasa, kalau bisa, gunakan sampai level baterai berkisar 10% atau 15%, lalu isi penuh kembali.
  2. Jika menggunakan laptop dalam jangka waktu lama, lakukan siklus charge-discharge pada poin nomor 1 diatas. Tidak disarankan untuk mencabut baterai dan menggunakan perangkat langsung dari charger. Baterai berfungsi sebagai “pengaman” dan penyimpan arus dari charger.
  3. Jangan menggunakan charger yang menyuplai arus lebih kecil dari arus perangkat. Misal perangkat membutuhkan arus pengisian 2A, maka JANGAN menggunakan charger 1A.. tapi jika sebaliknya, perangkat butuh arus pengisian 1A, boleh menggunakan charger 2A. Cara kerja pengisian baterai ialah, perangkat kita yang menarik arus dari charger, bukan charger yang mendorong arus. jadi, charger dengan arus Ampere lebih besar, lebih aman digunakan.
  4. Ini yang penting menurut saya, karena masih banyak user dengan stigma seperti ini. JANGAN mengharapkan baterai bertahan dan awet selamanya. Ya, betul, seperti yang sudah saya jabarkan diawal, baterai juga ada umur pakai. Banyak user berharap baterai perangkat mereka akan bertahan selamanya. Faktanya, dengan pemakaian dan perawatan yang benar-pun biasanya baterai akan lebih dulu rusak dibandingkan perangkatnya. Jadi, rawat baterai dengan baik, dan ganti baterai saat mereka sudah tidak berfungsi baik lagi.

Sekian dulu artikel ini, semoga bermanfaat.

Jika ada pertanyaan, silahkan posting disini

Zal